Rangkaian Percobaan 2 Kondisi 6
1. Tahap Persiapan Kode (Editor)
Pastikan program yang digunakan telah lengkap serta tidak mengandung kesalahan penulisan (syntax error). Berdasarkan tampilan yang ada, konfigurasi pin yang digunakan meliputi:
- PA0 sebagai input push button (indikasi gigi mundur)
- PA1 sebagai input sensor inframerah (IR) untuk deteksi objek
- PB0 sebagai output LED hijau
- PB1 sebagai output LED merah
- PB2 sebagai output buzzer
2. Menjalankan Simulasi
Untuk memulai simulasi, tekan tombol Play yang ditandai dengan ikon segitiga berwarna hijau pada bagian atas tampilan simulasi.
Setelah itu, Wokwi akan melakukan proses kompilasi program. Jika tidak terdapat error, status sistem akan berubah menjadi Running yang menandakan simulasi telah aktif.
3. Pengujian Logika Rangkaian
Setelah simulasi berjalan, pengujian dapat dilakukan dengan beberapa langkah untuk memastikan sistem bekerja sesuai dengan logika program, khususnya kondisi if (switchState == HIGH).
Langkah A: Mengaktifkan Sistem (Gigi Mundur)
Tekan push button yang berada di bagian kiri atas. Ketika tombol ditekan, sistem dianggap dalam kondisi aktif.
Langkah B: Mensimulasikan Deteksi Objek
Gunakan komponen slide switch yang berfungsi sebagai sensor IR. Ubah posisinya dengan cara menggeser atau mengklik untuk memberikan variasi input pada sistem.
Langkah C: Mengamati Output
- LED RGB: Perhatikan perubahan warna LED, dari hijau menjadi merah saat sensor mendeteksi adanya objek.
- Buzzer: Apabila objek berada pada jarak yang dianggap dekat sesuai logika program, buzzer akan aktif, yang ditunjukkan dengan munculnya animasi gelombang suara pada komponen tersebut.
2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
Prinsip Kerja Sistem
Sistem bekerja secara terus-menerus di dalam fungsi loop() dengan urutan proses sebagai berikut:
Langkah 1: Pengecekan Saklar Utama (Switch)
Mikrokontroler akan terlebih dahulu membaca kondisi saklar pada pin PA0 sebagai pengaktif sistem.
-
Jika switch TIDAK AKTIF (LOW):
Sistem berada dalam kondisi mati (standby). Mikrokontroler akan:-
Mengatur variabel
detecting = false -
Mematikan seluruh output:
- LED Hijau = OFF
- LED Merah = OFF
- Buzzer = OFF
-
Mengatur variabel
-
Jika switch AKTIF (HIGH):
Sistem dinyalakan dan akan melanjutkan ke proses pemantauan sensor.
Langkah 2: Pemantauan Sensor IR
Saat sistem aktif, mikrokontroler membaca kondisi sensor IR pada pin PA1.
Kondisi A: Sensor Mendeteksi Objek (IR = LOW)
Jika sensor IR mendeteksi adanya objek, maka:
-
Deteksi awal (trigger pertama):
Jika sebelumnya belum dalam kondisi deteksi (detecting = false), maka:-
detectingdiubah menjadi true -
Waktu awal deteksi disimpan dalam
startTime = millis()
-
-
Pemantauan durasi deteksi:
Sistem akan terus menghitung lamanya objek terdeteksi menggunakan selisih waktu:millis() - startTime -
Jika durasi ≥ 15 detik:
Sistem masuk ke kondisi alarm, dengan respon:- LED Merah = ON
- LED Hijau = OFF
- Buzzer = ON
Artinya, alarm hanya aktif jika objek terdeteksi secara terus-menerus selama minimal 15 detik.
Kondisi B: Sensor Tidak Mendeteksi Objek (IR = HIGH)
Jika objek tidak lagi terdeteksi, maka sistem akan langsung:
-
Mereset status deteksi:
-
detecting = false
-
-
Mengubah output menjadi kondisi aman:
- LED Merah = OFF
- LED Hijau = ON
- Buzzer = OFF
Hal ini menunjukkan bahwa area kembali dalam kondisi aman.
Kesimpulan Sistem
Secara keseluruhan, sistem memiliki mekanisme kerja sebagai berikut:
- Switch berfungsi sebagai pengaktif atau penonaktif sistem
- Sensor IR bertindak sebagai pendeteksi objek
- Timer 15 detik digunakan sebagai validasi untuk menghindari alarm palsu
- Sistem hanya memberikan alarm (LED merah + buzzer) jika objek terdeteksi secara kontinu dalam waktu tertentu
- Jika objek hilang sebelum 15 detik, sistem kembali ke kondisi aman tanpa memicu alarm
Catatan Teknis (Nilai Tambah untuk Laporan)
-
Sistem menggunakan metode non-blocking timing (millis), sehingga lebih efisien dibandingkan
delay() -
Variabel
detectingberfungsi sebagai penanda status (flag) untuk mendeteksi awal kejadian -
Logika ini umum digunakan pada sistem:
- keamanan (alarm system)
- otomasi industri (delay trigger protection
4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
[Disini] Rangkaian simulasi
- Download Datasheet Touch Sensor (klik disini)
- Download Datasheet Pir Sensor (klik disini)
- Download Datasheet Resistor (klik disini)
- Download Datasheet LED (klik disini)
- Download Datasheet Buzzer (klik disini)
Komentar
Posting Komentar